Lainnya

Penghuni Green Pramuka City Mengeluhkan Parkiran Yang Terbatas

Apakah Green Pramuka City Bermasalah

Selama sepekan lamanya Green Pramuka City Bermasalah, kekisruhan pun muncul antara komika alias Acho dengan pengembang apartemen GPC. Acho dalam blog milik pribadinya seakan menuliskan beragam keluhannya mengenai fasilitas sekaligus kebijakan yang bisa memberatkan para penghuninya. Hal ini bermula dari langganan parkir Rp 200.000 per bulan bagi penghuninya hanya bisa di lantai basement 2.

Menurut sebagian besar penghuni apartemen Green Pramuka ini menilai bahwa parkir kendaraan bermotor menjadi hal yang paling penting. Salah satu penghuni tower Bougenvile yang bernama Rita Purnama ini netral terkait kisruh yang terjadi antara Acho dan pengembang. Namun apa yang telah di sampaikan oleh Acho ternyata juga di rasakan oleh para penghuninya. Keterbatasan ruang parkiran menjadikan Green Pramuka city bermasalah.

Rita pun mengungkapkan, untuk mengeluarkan mobil dari area parkiran saja membutuhkan waktu sekitar setengah jam sampai dengan satu jam. Belum lagi jika mobil yang parkir parallel ini di rem dengan tangan. Pastinya akan terlihat repot sekali. Tak jarang pula dengan adanya kepadatan dari lahan parkir, mobil pun sering sekali lecet terlebih pada bagian body mobil. Hal ini dikarenakan adanya gesekan dengan kendaraan lainnya yang ingin keluar atau bahkan parkir mobilnya.

Salah seorang penghuni apartemen blok Chrysant pun menyebutkan bahwa pengembang berusaha merubah kebijakan parkir langganan dari Rp 200.000 per bulan menjadi Rp 7.000 per hari nya. Hanya saja hal tersebut tidak mampu memecahkan persoalan mengenai keterbatasan lahan parkir tersebut. Terlebih lagi pengembang rencananya bakalan membangun sekitar empat tower apartemen yang berada di kawasan itu.

Bahkan saat ini sudah hadir kebijakan yang baru, jika tidak mengeluarkan mobil selama 3 hari lamanya maka akan di kenai denda sebesar Rp 150.000 rupiah. Hal ini tentu saja mampu memberatkan penghuninya yang sedang dinas ke luar kota dan meninggalkan kendaraan miliknya di apartemen.

Sementara penghuni tower Orchid pun memberikan pendapat yang berbeda. Beliau tidak mempermasalahkan harga langganan parker dari pengembang. Yang terpenting kualitas dari pelayanan sekaligus keamanan kendaraannya tetap bagus. Tarif parker di bawah Rp 1 juta per bulannya juga bukan suatu masalah.

Beliau justru memberikan sebuah saran untuk para penghuni lainnya untuk tidak bergantung dengan kendaraan pribadi yang berada pada apartemen. Terlebih lagi lokasi tersebut juga sudah dilintasi dengan jalur bus Trans Jakarta koridor 10 yakni Kayu Putih Rawasari dan masih banyak sekali pangkalan ojek online lainnya.

Bahkan pemberitaan terakhir yang menyebutkan bahwa pengembang ini sudah melakukan sebuah tindak kriminalisasi kepada Acho bukanlah hal yang benar. Bahkan menariknya lagi semenjak apartemen Green Pramuka city bermasalah, mereka selalu berusaha menghadirkan sesuatu yang baru demi kemajuan apartemen tersebut. Semisal saja dengan adanya beragam fasilitas menarik yang ada di dalam apartemen Green Pramuka.

BAGIKAN KE ORANG TERDEKAT ANDA

Penulis : Unknown

Saya adalah seorang pemuda yang sangat giat menulis artikel di beberapa website dengan berbagai niche.